<< November 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed




Nov 21, 2008
KEN AROK

    

KEN AROK

 

Saya baru saja menamatkan buku Ken Arok karya Gamal Komandoko. Buku ini bercerita tentang kedigdayaan Ken Arok sebagai anak biasa, yang dibuang ibunya karena sakit hatinya pada kekasihnya yang tidak mengakui anak itu, menjadi penguasa Tumapel, wilayah jajahan Kediri yang akhirnya menumbangkan kekuasaan Kediri dan menjadi satu-satunya penguasa di Tumapel dan Kediri.

 

Elok buku ini memaparkan kisah Arok, anak titisan dewa yang menurut buku ini, dari mulutnya keluar cahaya yang mampu membius banyak orang hingga menghantur sembah padanya. Saya secara pribadi berterima kasih kepada pengarang yang telah memberi saya pengetahuan tentang sejarah pertumpahan darah di Tumapel. Pengarang cukup lihai memadu kata-kata yang dapat dicerna dan membuai pembaca. Pilihan katanya sungguh ringkas dan tepat makna.

 

Namun ada yang menggelitik hati saya ketika membaca buku ini. Entah mengapa, saya merasa buku ini seperti sinetron saja. Deskripsi, dialog dan pemaparan cerita sangatlah mirip dengan sinetron. Saya jadi bertanya-tanya, apa si penulis juga penulis skenario sinetron atau korban sinetron atau apa? Mungkin ini yang dikatakan teman saya, Ms. L dan Pidi sebagai kutukan penulis skenario. Huahahaha. Saya jadi geli sendiri. Tapi sungguh, membaca buku ini dan membayangkan isinya seolah tengah menyaksikan sebuah sinetron. Apalagi buku ini terlalu mudah ditebak isinya, hingga hanya dengan membaca sekilas-sekilas, kita sudah dapat mengerti ceritanya. Saya sendiri bahkan bacanya melompat-lompat dan tetap mengerti perkembangan cerita. Sungguh mirip sinetron bukan. Tak perlu menonton keseluruhan, tetap mengerti cerita.

 

Tapi terlepas dari itu, buku ini cukup layak menjadi bahan bacaan. Setidaknya sedikit banyak cakrawala kita tentang babab tanah jawi bertambah dengan membaca buku ini.

 

Jumat, 21 November 2008

 

Posted at 06:36 am by piazola

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry