Entry: Sehari bersama Ms. L Nov 21, 2008



    

Sehari bersama Ms. L

 

Hari ini saya akan berkencan dengan Ms. L. Yap, tepat di hari sabtu, malam minggu ini. Wah...wah...seperti apa, ya kira-kira kencan saya dengan Ms. L nanti? Jam setengah 10 saya berangkat dari rumah. Saya janji bertemu Ms. L di pasar rebo jam 10 teng. Jam 10.14 saya sampai. Ms. L belum kelihatan batang hidungnya. Saya telpon, tak diangkat. Saya mulai berang. Saya telpon terus sampai akhirnya diangkat.

 

Tak lama Ms. L nongol juga. Kami langsung naik bus yang sedang ngetem. Tak lama kami sampai di JCC. Ya hari ini, memang kami berencana memanjakan mata dan kehausan kami dengan melihat-lihat pameran kompi dan buku di JCC.

 

Di JCC kami disambut jutaan manusia dan barang-barang. Wuih, pusing saya dibuatnya. Walhasil saya tak menikmati acara kencan hari ini. Saya memang tidak tahan berada di tengah keramaian. Ditambah lagi dengan membawa-bawa laptop yang beratnya minta ampun, saya jadi semakin tidak menikmati acara kencan kali ini. Tapi dari jalan-jalan tidak niat itu, saya dapat juga tiga buku: Anna Karenina Leo Toilstoi yang pertama (yang kedua saya sudah punya), Ken Arok dan The Pillar of the Earth.  Di JCC kami bertemu dua pasangan, Ipied dan Ibenk, satu lagi saya sungkan menyebutkannya (entah mereka pasangan atau bukan, tapi sepertinya iya. Wong sangat terlihat dari bahasa tubuh dan tatap mereka. Awas saja kalau tidak mengaku).

 

Dari JCC kencan kami lanjutkan ke Plangi karena perut kami sudah ngambek minta diisi. Kami memilih tempat di Solaria. Saat tengah asik-asiknya makan dan bersenda-gurau tiba-tiba HP saya berdering. Panggilan pekerjaan. Huh, sebal juga. Tapi mau bagaimana lagi, inilah resiko tukang ketik panggilan. Kalau pekerjaan sudah datang, ya harus dikerjakan, tidak perduli waktu dan kondisi, padahal saya sedang bersenang-senang dengan teman-teman kencan saya.

 

Karena panggilan pekerjaan itu, saya dan Ms. L terpaksa memisahkan diri dari dua pasangan itu dan mencari tempat yang nyaman untuk segera menunaikan panggilan menjadi tukang ketik. Sialnya, di tengah perjalanan hujan turun dengan begitu tiba-tiba dan deras. Saya dan MS. L harus berlarian menghindari hujan. Kami langsung menuju halte busway untuk menghemat waktu. Kami pikir lebib baik berteduh dalam bus daripada di tempat antah berantah. Siapa tahu, begitu sampai tempat tujuan hujan sudah reda. Tapi ada kejadian lucu. Ms. L begitu bersemangat menaiki tranjak sampai bleess..terpeleset. Saya iba sekaligus menahan tawa melihat itu. Tapi karena Ms. L teman saya, tawa saya saya redam sebisa mungkin. Ms. L pastilah marah kalau saya tertawa terbahak-bahak. Tapi sungguh memang lucu kejadian itu. Sampai saya menuliskan ini, saya masih tertawa mengingat kejadian itu. Huahahahaha. Ms. L, makanya hati-hati. Jangan terlalu bersemangatlah.

 

Baik saya lanjutkan cerita saya. Tak lama kami sampai di tempat tujuan, Utan Kayu, tempat kos saya. Sesampainya di sana, tanpa babibu dan basa-basi, masih dengan tubuh letih karena menggendong-gendong bayi kami (laptop kami) dan basah kuyup karena kehujanan, kami langsung menyalakan laptop dan mengetik. Namanya juga tukang ketik. Yang harus selalu kami lakukan dan dahulukan adalah mengetik...ngetik...ngetik...sampai jari kami kapalan.

 

Sabtu, 15 November 2008

 

   1 comments

luvie
November 30, 2008   03:43 AM PST
 
pake buka aib gue yang jatoh kepleset segala, lagi!!

*jitak2 ocha*

kangeeeeeeeeen!!! *peluk sambil nerusin jitak2 ocha*

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments