Entry: KEN AROK Nov 21, 2008



    

KEN AROK

 

Saya baru saja menamatkan buku Ken Arok karya Gamal Komandoko. Buku ini bercerita tentang kedigdayaan Ken Arok sebagai anak biasa, yang dibuang ibunya karena sakit hatinya pada kekasihnya yang tidak mengakui anak itu, menjadi penguasa Tumapel, wilayah jajahan Kediri yang akhirnya menumbangkan kekuasaan Kediri dan menjadi satu-satunya penguasa di Tumapel dan Kediri.

 

Elok buku ini memaparkan kisah Arok, anak titisan dewa yang menurut buku ini, dari mulutnya keluar cahaya yang mampu membius banyak orang hingga menghantur sembah padanya. Saya secara pribadi berterima kasih kepada pengarang yang telah memberi saya pengetahuan tentang sejarah pertumpahan darah di Tumapel. Pengarang cukup lihai memadu kata-kata yang dapat dicerna dan membuai pembaca. Pilihan katanya sungguh ringkas dan tepat makna.

 

Namun ada yang menggelitik hati saya ketika membaca buku ini. Entah mengapa, saya merasa buku ini seperti sinetron saja. Deskripsi, dialog dan pemaparan cerita sangatlah mirip dengan sinetron. Saya jadi bertanya-tanya, apa si penulis juga penulis skenario sinetron atau korban sinetron atau apa? Mungkin ini yang dikatakan teman saya, Ms. L dan Pidi sebagai kutukan penulis skenario. Huahahaha. Saya jadi geli sendiri. Tapi sungguh, membaca buku ini dan membayangkan isinya seolah tengah menyaksikan sebuah sinetron. Apalagi buku ini terlalu mudah ditebak isinya, hingga hanya dengan membaca sekilas-sekilas, kita sudah dapat mengerti ceritanya. Saya sendiri bahkan bacanya melompat-lompat dan tetap mengerti perkembangan cerita. Sungguh mirip sinetron bukan. Tak perlu menonton keseluruhan, tetap mengerti cerita.

 

Tapi terlepas dari itu, buku ini cukup layak menjadi bahan bacaan. Setidaknya sedikit banyak cakrawala kita tentang babab tanah jawi bertambah dengan membaca buku ini.

 

Jumat, 21 November 2008

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments