Entry: HATI-HATI COPET Jun 21, 2009



Ada-ada saja modus operandi para pencopet. Berkat TV dan segala kemudahan akses informasi, semakin cerdas dan beragam pula caranya. Ini pengalaman teman saya yang pernah dicopet di angkot. Modus operandinya tradisional, tidak menggunakan alat-alat canggih seperti di film-film hollywood.  Tapi mengandalkan kecepatan tangan, kerja sama tim dan psikologi pengalihan (bah bahasanya, saya mengarang istilahnya untuk yang satu ini-red). Baiklah, saya ceritakan saja kronologisnya.

 

ADEGAN 1

 

Satu hari, seorang teman saya, sedang berada di sebuah angkot, menuju rumahnya. Kebetulan di angkot itu hanya adan dua orang penumpang, satu teman saya itu yang duduk di belakang. Satu lagi duduk di depan, di sevelah supir.

 

Tiba-tiba empat orang pria berbarengan menghentikan angkot itu. Salah satu pria, sebut saja PRIA 1 bertanya, “ Bang, ke A?” Supir angkot menjawab, “Bukan, Bang...ini ke A,. A sebrang, Bang.” Tapi bukannya naik angkot yang berlawanan arah, keempat pria itu malah menaiki angkot itu. Jelas saja teman saya bingung. Dalam hati bertanya-tanya dan merasa aneh sendiri.

 

Keempat pria itu duduk mengapit teman saya. Seorang di sebelah kanan, seorang lagi di sebelah kiri, dua orang lainnya di depannya. Teman saya sempat merasa aneh dengan hal itu. Saat itu angkot lapang, kenapa mereka malah memilih berdesak-desakan dengan teman saya. Teman saya sempat curiga. Tapi teman saya hanya diam sambil mengapit tasnya erat-erat.

 

Singkat cerita, keempat pria itu mulai bertingkah aneh-aneh. Seorang yang di depan teman saya, merokok dan dengan sengaja menyebarkan asap rokoknya kearah teman saya. Kontan teman saya menutup hidung karena tak tahan dengan asap rokok.  Seorang teman pria itu lalu menyuruh teman saya membuka kaca jendela agar asap rokoknya keluar. Teman saya yang memang tidak tahan asap rokok pun segera membuka jendela. Setelah itu, semua kembali seperti tak ada apa-apa. Para pria itu bersikap seolah memang tengah menuju ke satu tempat dan sibuk memperhatikan jalanan.

 

Tak lama teman saya sampai di gang dekat rumahnya. Teman saya pun segera turun dan membayar ongkos dengan uang yang telah disiapkannya. Setelah itu teman saya berjalan ke arah rumahnya, sementara angkot melaju pergi bersama keempat pria itu. Sambil berjalan, teman saya merogoh tasnya, hendak mengambil HP-nya. Tapi ternyata HP-nya sudah tidak ada. Padahal teman saya yakin betul kalau saat ia naik angkot tadi HP-nya masih ada di dalam tasnya.

 

Teman saya lalu buru-buru pulang dan menelepon HP-nya. Ternyata nomernya masih tersambung. Teman saya menanyakan perihal HP-nya. Tapi jawaban yang terimanya malah, “Iya, sayang, HP kamu ada sama ogut. Makanya lain kali hati-hati dong kalau di angkot, jangan meleng.” DENG. Kontan teman saya shock dan gondok setengah mati.

 

 

 

ADEGAN 2

 

Teman saya yang lain, punya pengalaman lebih menarik. Saat di perjalanan pulang dari arah taman mini, tiba-tiba naik seorang pria ke angkot yang teman saya naiki.  Seoarng dari mereka langsung marah-marah pada teman saya. Bapak itu menuduh teman saya itu pastilah orang yang sudah membuat adiknya patah hati sampai masuk rumah sakit. Teman saya yang tidak mengerti apa-apa jelas bingung. Tapi orang itu terus mencecar teman saya sampai teman saya mati kutu.

 

Orang itu bilang kalau ia yakin betul kalau teman saya itu yang sudah membuat adiknya nekat mencoba bunuh diri karena patah hati dengan teman saya.  Teman saya lagi-lagi bilang kalau orang itu sudah salah orang. Orang itu tidak percaya dan meminta teman saya mengeluarkan KTP-nya.

 

Bodohnya teman saya percaya saya dan mengeluarkan dompetnya. Orang itu langsung mengambil dompet yang baru saja dikeluarkan teman saya dan HP yang sejak tadi dipegangnya. Setelah mengambil semua itu, orang itu lalu turun dari angkot dan menyuruh supir angkot menjalankan angkot.

 

Di dalam angkot, teman saya hanya bisa bengong. Baru sadar kalau ia sudah dirampok dompet dan HP-nya.

 

 

 

Semua ini benar terjadi dan menimpa dua orang teman saya. Yang bisa diambil dari pengalaman tersebut, HARUS CERDAS MENGANTISIPASI SEGALA JENIS SKENARIO YANG MUNGKIN ANDA JUMPAI DI ANGKOT. BE A GOOD ACTOR YANG ADAPTIF DENGAN SEGALA SKENARIO CERITA. ADA BAIKNYA KONSULTASI DENGAN PENULIS SKRIP ATAU KALAU PERLU MEMBUAT SKENARIO SENDIRI. HEHEHE...

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments