|
Ada-ada
saja modus operandi para pencopet. Berkat TV dan segala kemudahan akses
informasi, semakin cerdas dan beragam pula caranya. Ini pengalaman teman saya
yang pernah dicopet di angkot. Modus operandinya tradisional, tidak menggunakan
alat-alat canggih seperti di film-film hollywood. Tapi mengandalkan kecepatan tangan, kerja sama
tim dan psikologi pengalihan (bah bahasanya, saya mengarang istilahnya untuk
yang satu ini-red). Baiklah, saya ceritakan saja kronologisnya. ADEGAN 1 Satu
hari, seorang teman saya, sedang berada di sebuah angkot, menuju rumahnya. Kebetulan
di angkot itu hanya adan dua orang penumpang, satu teman saya itu yang duduk di
belakang. Satu lagi duduk di depan, di sevelah supir. Tiba-tiba
empat orang pria berbarengan menghentikan angkot itu. Salah satu pria, sebut
saja PRIA 1 bertanya, “ Bang, ke A?” Supir angkot menjawab, “Bukan, Bang...ini
ke A,. A sebrang, Bang.” Tapi bukannya naik angkot yang berlawanan arah,
keempat pria itu malah menaiki angkot itu. Jelas saja teman saya bingung. Dalam
hati bertanya-tanya dan merasa aneh sendiri. Keempat
pria itu duduk mengapit teman saya. Seorang di sebelah kanan, seorang lagi di
sebelah kiri, dua orang lainnya di depannya. Teman saya sempat merasa aneh dengan
hal itu. Saat itu angkot lapang, kenapa mereka malah memilih berdesak-desakan
dengan teman saya. Teman saya sempat curiga. Tapi teman saya hanya diam sambil
mengapit tasnya erat-erat. Singkat
cerita, keempat pria itu mulai bertingkah aneh-aneh. Seorang yang di depan
teman saya, merokok dan dengan sengaja menyebarkan asap rokoknya kearah teman
saya. Kontan teman saya menutup hidung karena tak tahan dengan asap rokok. Seorang teman pria itu lalu menyuruh teman
saya membuka kaca jendela agar asap rokoknya keluar. Teman saya yang memang
tidak tahan asap rokok pun segera membuka jendela. Setelah itu, semua kembali
seperti tak ada apa-apa. Para pria itu bersikap seolah memang tengah menuju ke
satu tempat dan sibuk memperhatikan jalanan. Tak
lama teman saya sampai di gang dekat rumahnya. Teman saya pun segera turun dan
membayar ongkos dengan uang yang telah disiapkannya. Setelah itu teman saya
berjalan ke arah rumahnya, sementara angkot melaju pergi bersama keempat pria
itu. Sambil berjalan, teman saya merogoh tasnya, hendak mengambil HP-nya. Tapi
ternyata HP-nya sudah tidak ada. Padahal teman saya yakin betul kalau saat ia
naik angkot tadi HP-nya masih ada di dalam tasnya. Teman
saya lalu buru-buru pulang dan menelepon HP-nya. Ternyata nomernya masih tersambung.
Teman saya menanyakan perihal HP-nya. Tapi jawaban yang terimanya malah, “Iya,
sayang, HP kamu ada sama ogut. Makanya lain kali hati-hati dong kalau di
angkot, jangan meleng.” DENG. Kontan teman saya shock dan gondok setengah mati. ADEGAN 2 Teman
saya yang lain, punya pengalaman lebih menarik. Saat di perjalanan pulang dari
arah taman mini, tiba-tiba naik seorang pria ke angkot yang teman saya naiki. Seoarng dari mereka langsung marah-marah pada
teman saya. Bapak itu menuduh teman saya itu pastilah orang yang sudah membuat
adiknya patah hati sampai masuk rumah sakit. Teman saya yang tidak mengerti
apa-apa jelas bingung. Tapi orang itu terus mencecar teman saya sampai teman
saya mati kutu. Orang
itu bilang kalau ia yakin betul kalau teman saya itu yang sudah membuat adiknya
nekat mencoba bunuh diri karena patah hati dengan teman saya. Teman saya lagi-lagi bilang kalau orang itu
sudah salah orang. Orang itu tidak percaya dan meminta teman saya mengeluarkan
KTP-nya. Bodohnya
teman saya percaya saya dan mengeluarkan dompetnya. Orang itu langsung
mengambil dompet yang baru saja dikeluarkan teman saya dan HP yang sejak tadi
dipegangnya. Setelah mengambil semua itu, orang itu lalu turun dari angkot dan
menyuruh supir angkot menjalankan angkot. Di dalam
angkot, teman saya hanya bisa bengong. Baru sadar kalau ia sudah dirampok
dompet dan HP-nya. Semua
ini benar terjadi dan menimpa dua orang teman saya. Yang bisa diambil dari
pengalaman tersebut, HARUS CERDAS MENGANTISIPASI SEGALA JENIS SKENARIO YANG
MUNGKIN ANDA JUMPAI DI ANGKOT. BE A GOOD ACTOR YANG ADAPTIF DENGAN SEGALA
SKENARIO CERITA. ADA BAIKNYA KONSULTASI DENGAN PENULIS SKRIP ATAU KALAU PERLU
MEMBUAT SKENARIO SENDIRI. HEHEHE... |
| Leave a Comment: |